Mahasiswa Plagiat, Dosen Diadili

Sanksi tegas yang diterapkan manajeman Universitas PGRI Palembang. Sanksi terhadap mahasiswa yang menjiplak alias plagiat skripsi bukan saja diberlakukan bagai mahasiswa bersangkutan tetapi dosen pembimbingpun kena getahnya. “Kalau dosen tertangkap membimbing mahasiswa yang melakukan plagiat, maka harus diadili, “kata Prof. Dr. Jahir Basir, M.Pd, Guru Besar Universitas PGRI Palembang, Pernyataan ini disampaikan dihadapan puluhan Dosen Universitas PGRI Palembang yang tengah mengikuti pelatihan Dosen Pembimbing Akademik dan tugas Akhir. Berita selengkapnya baca disini

Pelatihan Bahasa Inggris Untuk dosen Tahun 2012

Tags

, ,

Dalam rangka meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris untuk dosen Perguruan Tinggi yang akan studi lanjut ke Luar Negeri, Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayan, pada tahun 2012 akan mengadakan program pelatihan Bahasa Inggris selama 6 (enam) bulan. Berita selenkapnya klik disini

sumber: http://www.univpgri-palembang.ac.id/

Menemukan Rumus Luas Lingkaran dengan Konteks Bundaran Air Mancur Palembang

Tags

, , , ,

A.  PENDAHULUAN

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern dan mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu. Oleh karena itu, penguasaan matematika harus diperkuat sejak dini dengan cara pemberian mata pelajaran matematika sejak di sekolah dasar. Hal ini juga dimaksudkan untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama (Depdiknas, 2006: 416). Secara umum, pendekatan pembelajaran yang digunakan di Indonesia masih konvensional yaitu guru menjelaskan kepada siswa dan memberikan latihan soal kepada siswa. Soal yang diberikan kepada siswa biasanya berupa soal-soal rutin dan kurang menyentuh kehidupan sehari-hari. Akibatnya, siswa kurang memahami konsep-konsep matematika dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari apalagi penilaian yang dilakukan lebih ditekankan pada hasil akhir bukan pada proses sehingga siswa merasa pembelajaran matematika itu kurang bermakna. Pembelajaran seperti ini tidak memunculkan kemampuan-kemampuan yang diharapkan tersebut secara optimal atau bahkan tidak sama sekali karena siswa menjadi tidak aktif dalam mengembangkan pengetahuan informal yang mereka miliki. Continue reading

Gaya Belajar Siswa Menurut David Kolb

Tags

, ,

Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses mengisyaratkan bahwa dalam proses pembelajaran, seorang guru seyogyanya dapat memperhatikan karakteristik siswanya. Karakteristiktik siswa sesungguhnya memiliki cakupan yang luas. Salah satu karakteristik siswa yang perlu diperhatikan guru dan akan mewarnai  terhadap efektivitas belajar dan pembelajaran yaitu berkenaan dengan gaya belajar siswa.

Secara sederhana, gaya belajar siswa atau student learning style dapat diartikan sebagai karakteristik kognitif, afektif, dan perilaku psikologis seorang siswa tentang bagaimana dia memahami sesuatu, berinteraksi dan merespons lingkungan belajarnya, yang bersifat  unik dan relatif stabil.

Dalam berbagai literatur tentang belajar dan pembelajaran, kita akan menjumpai sejumlah konsep tentang gaya belajar siswa, dan salah satunya adalah gaya belajar sebagaimana dikemukakan oleh David Kolb, salah seorang ahli pendidikan dari Amerika Serikat, yang mempopulerkan teori belajar “Experiential Learning” .

Kolb mengklasifikasikan Gaya Belajar Siswa ke dalam empat  kecenderungan utama yang dapat Anda baca disini

FILSAFAT DAN SEJARAH PENDIDIKAN INDONESIA

Tags

, ,

Setiap pemikir mempunyai definisi berbeda tentang makna filsafat karena pengertiannya yang begitu luas dan abstrak. Tetapi secara sederhana filsafat dapat dimaknai bersama sebagai suatu sistim nilai-nilai (systems of values) yang luhur yang dapat menjadi pegangan atau anutan setiap individu, atau keluarga, atau kelompok komunitas dan/atau masyarakat tertentu, atau pada gilirannya bangsa dan negara tertentu. Pendidikan sebagai upaya terorganisasi, terencana, sistimatis, untuk mentransmisikan kebudayaan dalam arti luas (ilmu pengetahuan, sikap, moral dan nilai-nilai hidup dan kehidupan, ketrampilan, dll.) dari suatu generasi ke generasi lain. Adapun visi, misi dan tujuannya yang ingin dicapai semuanya berlandaskan suatu filsafat tertentu. Bagi kita sebagai bangsa dalam suatu negara bangsa (nation state) yang merdeka, pendidikan kita niscaya dilandasi oleh filsafat hidup yang kita sepakati dan anut bersama.

Dalam sejarah panjang kita sejak pembentukan kita sebagai bangsa (nation formation) sampai kepada terbentuknya negara bangsa (state formation dan nation state) yang merdeka, pada setiap kurun zaman, pendidikan tidak dapat dilepaskan dari filsafat yang menjadi fondasi utama dari setiap bentuk pendidikan karena menyangkut sistem nilai-nilai (systems of values) yang memberi warna dan menjadi “semangat zaman” (zeitgeist) yang dianut oleh setiap individu, keluarga, anggota­-anggota komunitas atau masyarakat tertentu, atau pada gilirannya bangsa dan negara nasional. Landasan filsafat ini hanya dapat dirunut melalui kajian sejarah, khususnya Sejarah Pendidikan Indonesia.

Untuk membaca selanjutnya, klik disini

Konferensi Nasional Matematika XVI

Konferensi Nasional Matematika merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan sejak tahun 1976 oleh IndoMS bekerjasama dengan Jurusan Matematika di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.  Sejak tahun 2000 KNM diselenggarakan setiap dua tahun sekali secara bergiliran. Pada tahun 2012 Konferensi Nasional Matematika merupakan konferensi yang ke-16. Konferensi tersebut akan  diselenggarakan di Jurusan Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran pada tanggal 3-6 Juli 2012.  KNM ke-16 tahun 2012 merupakan Konferensi yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Unpad untuk kedua kalinya setelah penyelenggaraan yang pertama pada tahun 1991.

Perkembangan Matematika yang semakin pesat, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam pengembangan penelitian dan penerapannya, perlu dikomunikasikan dalam bentuk konferensi. Tujuan diadakannya Konferensi Nasional Matematika XVI ini adalah untuk mendiseminasikan dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian tersebut di atas.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Konferensi Nasional Matematika XVI mengangkat tema “Matematika sebagai Bahtera Pendidikan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Konferensi tersebut terbuka bagi dosen-dosen, guru-guru, peneliti dan peminat matematika di seluruh Indonesia untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitiannya.

Untuk mendapatkan info yang lebih lengkap, kunjungi website http://knm16.unpad.ac.id

Karakter Belajar Matematika Abad 21

Tags

, , , ,

Oleh Novita Sari, Shahibul Ahyan, dan Moch. Lutfianto

Pembelajaran di Abad ke-21 sekarang ini hendaknya disesuaikan dengan kemajuan dan tuntutan zaman. Salah satu pembelajaran yang mungkin dapat dilakukan adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa berbeda dengan cara tradisional yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru. Berikut karakter belajar abad ke-21 yang sering disebut sebagai 4C, yaitu:

1. Communication

Pada karakter ini, siswa dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Siswa diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari gurunya.

2. Collaboration

Pada karakter ini, siswa menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan; beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan yang lain; menempatkan empati pada tempatnya; menghormati perspektif berbeda. Siswa juga menjalankan tanggungjawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat; menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain; memaklumi kerancuan. Continue reading

Pendaftaran Beasiswa S2 IMPoME 2012

Tags

, ,

Pendaftaran beasiswa IMPoME untuk periode 2012 telah dibuka, dengan syarat-syarat sebagai berikut:

1. Mengisi aplication form dengan lengkap, download di sini: stuned_form_impome_2012

2. Mengisi CV dengan lengkap, download di sini: cv-form-neso_2012

3. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)

4. Pas Photo 4 x6 (1 lembar)

5. Ijazah S1

6. Transkrip nilai dengan nilai IPK minimal 3, 00

7. Sertifikat TOEFL dengan score minimal 500

8. SK CTAB (Surat Keputusan Calon Tenaga Akademik Baru) dari Rektor

Persyaratan di atas dibuat dengan ramgkap 3 ( 1 asli, 2 fotokopi) menggunakan kertas A4 di bundel berdasarkan nomer urut di atas dan di jilid menggunakan plastik mika warna putih (bening).

Mohon tidak melampirkan dokumen yang tidak kami cantumkan di atas.

Semua berkas harap dikirimkan ke:

Martha Metrica, S.E

PMRI – PPPPTK IPA Bandung

Jalan Diponegoro No.12

Bandung

Telp/Fax: 022-4213950/022 -4213949

Paling lambat tanggal 31 Desember 2011, berkas sudah kami diterima.

Terima kasih.

History of Pendidikan Realistik Matematika Indonesia (PMRI)

Tags

,

By Elika Kurniadi, IMPoME 2011, Universitas Sriwijaya

1. From concern to action

In the early 1990s, a group of mathematician and mathematics educators in Indonesia were worried about quality of mathematics education in Indonesia. They are six wise men who are very concern in this problem. They are Robert Sembiring (ITB, Bandung), Soedjadi(Unesa, Surabaya), Yansen Marpaung (USD, Yogyakarta), Pontas Hutagalung (PMRI, Bandung), Ruseffendi (UPI, Bandung), and Suryanto (UNY, Yogyakarta). They believe that mathematics education is the key for get better future of a country, Indonesia in particular.

They researched mathematics education system in many countries and choose to develop an Indonesia form of realistic mathematics education. Realistic mathematics education is a learning theory which developed in the Netherlands since the 1970s by Hans Freudenthal. They decided to create local version of realistic mathematics education, specially adapted to Indonesian culture. The story began in 1994 when Robert Sembiring from ITB attended the second International Commision on Mathematical Instruction (ICMI) China Regional Conference in Mathematics Education in Shanghai. Through the contact of a plenary speaker , Sembiring invited a group of Dutch educators, some from the Freudenthal Institute, to come to Indonesia and initiated a programme of realistic mathematics in Indonesia. It is known as Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) or Realistic Mathematics Education in Indonesia. PMRI’s movement is bottom-up movement and start from the specific Indonesia situation. Continue reading

Review from Local Workshops in PMRI: Learning from Experiences by Dédé de Haan, Meiliasari, Puspita Sari

Tags

,

Introduction

An important aspect in the dissemination of Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI: Indonesian Realistic Mathematics Education) is to provide professional development for teachers, principals, teacher educators through local workshops (Sembiring, R. K., Hoogland, K., & Van den Hoven, G., 2009). One local workshop was studied in depth to gain better insight about how the design principles for workshops (‘the intended workshop’).

Theoretical framework

Workshops are chosen as the vehicle for professional development; PMRI is content of the workshops. As a result of the workshops, teachers should change their way of teaching and start implementing PMRI in their schools. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.